16 Agt 2016

Beberapa Ketakutan dalam Berwirausaha

Wirausaha itu menakutkan, semua serba tidak pasti dan resikonya besar. Benarkah?

Saya kira wajar sebagai manusia ada rasa was-was dan kuatir jika harus memasuki bidang yang baru dalam hidupnya. Takut ini takut itu adalah hal yang normal, justru orang yang tidak punya rasa takut, itu yang ga waras, hehehe..

Tapi jangan jadikan ketakutan sebagai halangan untuk maju. Justru saat dijalani, ketakutan yang dirasakan adalah ada dalam pikiran masing-masing, kenyataannya beda jauh, setidaknya pengalaman saya demikian. Beberapa hal berikut adalah apa yang sering ditakutkan oleh orang-orang yang ingin memulai suatu usaha, dan hal ini pula yang saya takutkan dulu, .... sampai sekarang.


1. Takut Bangkrut
Ini adalah ketakutan paling banyak dirasakan oleh orang yang ingin berwirausaha, sampai-sampai orang yang tidak ada niat buka usaha juga ikutan takut. Bangkrut adalah kondisi usaha yang merugi terus sampai tutup. Saya juga sama, dulu waktu mulai usaha takut bangkrut. Oleh karena itu saya rajin ikut seminar wirausaha, tanya2 teman yang sudah buka usaha sendiri, baca-baca buku berwirausaha, dll. Intinya saya ingin mengumpulkan informasi sebanyak2nya tentang wirausaha. Marketting dan Keuangan adalah dua hal yang saya pelajari intensif karena dua itu adalah dunia baru bagi saya yang berlatar belakang orang teknis ini. Setelah persiapan matang, baru berani buka usaha, dan .... akhirnya bangkrut juga, hahaha....

Ups, apakah kemudian saya menyesal karena sudah berusaha mati-matian eh toh bangkrut juga? Saya bisa jawab : TIDAK!

Kerugian yang timbul akibat kesalahan saya, justru memotivasi saya untuk berusaha lebih baik lagi. Pasti ada yang bilang karena saya sudah punya tekad untuk wirausaha jadi semangat bangkit lagi, padahal tidak begitu. Sama seperti yang lain, saya juga ada ragu-ragu dan takut-takut. Cuma setelah dijalani, hal ini jadi semacam kompetisi. Boleh jadi saya jatuh saat itu, tapi hal itu bikin penasaran. Saya sudah tahu lobangnya, jadi kalo saya mencoba lagi, tidak bakal kejeblok di lobang yang sama. Begitu seterusnya sampai saya hapal semua lobang yang bisa membuat saya jatuh dan berjalan lebih hati-hati lagi.

Kalo tidak percaya, silahkan main game komputer. Gimana jika anda kalah? Buang CD nya terus cari permainan lain, atau mencoba permainan yang sama sampai anda bisa menang?  

2. Takut Ditipu Orang
Sudah sering kita dengar cerita seorang pengusaha di tipu rekanan atau pesaing sehingga jatuh. Saya? Saya juga sering ditipu orang dan saya bangga akan hal itu (Pengusaha itu kalo bangkrut atau ditipu orang lain, wajib dibanggakan, hehehe... )

Tidak semua orang sifatnya baik, ada juga yang brengsek.... ga cuma ada, tapi banyak. Selaku pemilik usaha, kita wajib waspada dan berhati-hati. Seperti kata pepatah, hanya teman yang bisa menusuk dari belakang, demikian juga dunia usaha. Rekan bisa jadi musuh dalam selimut. Tapi paranoid terhadap hal itu juga tidak baik untuk bisnis. Ingat, bisnis adalah kepercayaan, tanpa ada rasa saling percaya, tidak ada bisnis. Anda mungkin bisa bersikukuh dengan meperkuat legalitas, setiap bisnis harus ada hitam diatas putih. Yah hal itu memang wajib, tapi ada kalanya kepercayaan memegang kendali penuh dalam hal ini. Dan disinilah kelebihan sekaligus kekurangan dari bisnis.

Saya tidak menakut-nakuti, tapi sebagian besar pengusaha pasti pernah ketipu. Bedanya jika kita siap menerima hal itu, maka lebih cepat kita bangkit, dan jika kita waspada, maka efek penipuannya tidak terlalu besar sehingga sampai membangkrutkan usaha. 

Bagaimana jika ketipu? Jika saya, maka saya ambil hikmahnya saja, siapa tahu ada hak orang lain yang termakan oleh saya sehingga di ingatkan oleh Yang Kuasa, atau ini adalah pelajaran supaya saya waspada dan terhindar dari penipuan kedepan yang bisa jadi efeknya lebih besar dari penipuan yang saat itu saya alami. Ibarat imunisasi, kita dikasih bakteri yang sudah dilemahkan terlebih dahulu, supaya kelak bisa terhindar dari bakteri serupa yang lebih ganas.

3. Takut Menjalankan Usaha
Apa saja sih kerja Direktur Utama? Apa kerja Komisaris? Bagaimana cara membagi tugas dengan karyawan? Bagaimana menghitung gaji dan honor karyawan? dan segala hal yang menyangkut jalannya usaha. Mumet bro!  

Iya lah mumet kalo semua dipikir diawal, satu satu dulu. Awal buka usaha, tidak aneh jika Direktur merangkap sebagai Salesman, Front Officer, dan Office Boy ( dan juga Satpam ). Kenapa harus malu, namanya juga usaha,,,, dan halal kok ketimbang korupsi.Nanti jika usaha mulai berkembang, pasti tahu sendiri, pegawai apa yang anda butuhkan. Jika usaha anda dibidang teknis, maka saat usaha membesar, jelas perlu teknisi, jika membesar lagi, rekrut 2-3 orang teknisi + 1 administrasi, jika ternyata lebih besar lagi, baru mikir rekrut sales dan tambahan orang di administrasi.

Kalo usaha belum besar, ya udah anda urusi aja dulu semuanya sambil belajar "derita" jadi karyawan di perusahaan anda sendiri, supaya kelak jika punya karyawan, anda bisa menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan mereka.

Pajak? Legalitas? Jangan kuatir, saya dulu diawal-awal, ga tahu kenapa-kenapa, setahun setelah mendirikan usaha, langsung kena denda 1jt karena telat laporan SPT tahunan. No big deal ( sambil dongkol dikit lah ). Urus legalitas kesana kemari, di ping pong , sampai akhirnya tahu jalurnya. Itu bagian dari pembelajaran. Namanya orang belajar , seperti belajar naik sepeda, mana ada yang tidak pernah jatuh!? ( saya aja dulu nyungsep ke selokan 2x )
Intinya step by step donk, jangan semua di pikir diawal, tapi dipikir sambil jalan. Jangan tanyakan "Nanti bagaimana?" tapi bilang "Bagaimana nanti aja" 

4. Takut Persaingan Usaha 
Ada yang bilang, Hidup adalah Perjuangan, ga mau berjuang, mati aja nyebur laut sono.

Setiap usaha apalagi yang mendatangkan fulus, jelas ada pesaing. Baik saingan di awal, maupun pesaing-pesaing yang mengekor kesuksesan kita. Kuncinya adalah innovatif. Bisnis adalah Dinamis, jadi jangan statis, sudah mentang2 menguasai pasar, kemudian berleha-leha santai saja, sementara pesaing sudah bereksperimen dengan produk yang lebih baik dari punya anda.Apa yang harus dilakukan untuk innovatif? Perbanyak pengalaman, perbanyak pengamatan, dan jangan takut untuk mencoba hal baru. Banyak ide kreatif yang bisa digunakan untuk mengembangkan usaha anda. ATM ( Amati Tiru Modifikasi ) adalah cara cepat dan tepat untuk ber inovasi.

Don't Reinvent the Wheel , ga usah repot2 mikir merubah roda yang bundar menjadi kotak, tapi pake saja apa yang sudah ada, dan temukan kombinasi yang baru dengan hal itu. Masih puyeng? Tinggalkan bisnis sementara waktu, dan refreshing ke luar daerah. 

-----------------------
Keempat point diatas hanya berdasarkan pengalaman saya pribadi, bisa jadi pengalaman anda beda jauh dari apa yang sudah saya uraikan. Jika anda tanya solusi, saya tidak punya solusi yang pas, karena apa yang saya lakukan adalah menjalaninya, jika ada masalah, baru dipikir, dan tentunya masalah anda kelak beda dengan masalah saya kan.

Manusia itu selain punya otak buat mikir, tapi juga dikaruniai kemampuan ADAPTASI yang hebat. Kita harus bersyukur untuk hal ini. Semakin manusia ditekan ke kondisi yang terdesak, semakin jalan otaknya dalam mencari solusi, dan hebatnya musti nemu aja solusinya. The Power of Kepepet. Semoga sukses dan Jangan mudah Putus Asa, Setiap masalah pasti ada solusinya, tinggal kita mau atau tidak mencarinya.


Tidak ada komentar:
Write comments

Silahkan beri masukan, kritik, dan sarannya.
Terima kasih