16 Feb 2014

Linux for Business : Belajar Sambil Mencari Uang ( Bag I )


Jika dalam tulisan sebelumnya, saya mengulas tentang bentuk usaha apa saja yang bisa anda lakukan di dunia Linux/Opensource, kali ini saya tertarik untuk mengulas cara merealisasikan usaha tersebut.


Banyak peluang usaha di dunia Linux/Opensource, tapi pertanyaannya utama adalah , bagaimana memulainya dan apa saja yang perlu dilakukan untuk itu.

Linux, sebuah Kilas Balik

Sebelum melanjutkan pembahasan tentang bagaimana membangun usaha berbasis Linux, ada baiknya kita tinjau ulang, bagaimana Linux bisa masuk ke dalam dunia usaha.
Singkat kata, Linux sendiri terbagi beberapa distribusi yang biasa disebut sebagai distro. Masing-masing distro diciptakan dengan tujuan tertentu, dan sebelum anda menggunakannya, pahami dulu apa tujuannya. Beberapa distro-distro umum, ditujukan untuk desktop dan penggunaan sehari-hari, sementara distro-distro lain di buat dengan tujuan spesifik seperti khusus untuk server, firewall, network storage, monitoring, technical repairing, dan untuk hacking & pentest. Memang, secara teknis, distro Linux apapun bisa digunakan dan berfungsi sama dengan distro-distro lainnya, tapi alangkah lebih baiknya mengikuti pakem yang di buat oleh Developernya, daripada anda sibuk oprek hanya untuk membuat distro kesayangan anda berkelakuan seperti distro milik tetangga sebelah rumah. Idealis boleh, tapi jika anda ingin menerapkan Linux sebagai lini usaha, maka faktor realistis perlu dikedepankan.


Selain tujuan dan fungsional, anda harus pahami, secara umum Linux tersedia secara gratis dan tanpa adanya support khusus. Anda bisa mendapatkan tutorial dan solusi teknisnya dari Forum, Milis, dan dukungan yang bersifat komunitas lainnya. Tapi, beberapa distro Linux menyediakan dukungan teknis berbayar dari developernya, baik yang menyediakan layanan opsional (linuxnya dibagikan secara gratis, layanan berbayarnya ditawarkan sebagai opsi pelengkap), maupun yang di jual secara bundling (software dan dukungan teknis dikemas dalam satu paket penjualan).

Oke, sampai disini saja kilas baliknya, karena kita hanya ingin membahas peluang usahanya, bukan mengulas teknisnya secara dalam.

Mencari peluang. 

Apa saja peluang yang bisa digunakan sebagai basis usaha di bidang Linux? Ada baiknya anda baca dulu Artikel Mari Berbisnis di Dunia Linux dan Opensource berikut.
Setelah anda paham bidang-bidang apa saja yang bisa kita kerjakan, maka saatnya terjun ke lapangan.

Dalam prakteknya, penerapan Linux di masyarakat terkendala :
1. Sumber belajar yang mudah dan terjangkau. Forum diskusi dan Milis masih terlalu technical, kita butuh sesuatu yang lebih umum dan familier untuk orang awam. 

2. Dukungan teknis. Jika ada kesulitan kemana mau mencari bantuan? Forum diskusi, milis, group? Tidak semua pertanyaan menemukan jawaban, dan seringkali kesulitannya karena masyarakat umum susah mengungkapkan masalahnya dalam bentuk bahasa teknis

3. "Siapa yang mengajari pemakaian sampai bisa?"
Sebagai pengguna, masyarakat menuntut pendampingan untuk mempelajari hal baru tersebut. Mereka ingin jika ada kesulitan dalam pemakaian, ada orang disamping yang bisa ditanya-tanya.

4. Linux itu sulit! 
Ehm... akumulasi dari 3 point diatas menimbulkan persepsi bahwa Linux itu sulit. Jika yang dimaksud teknisnya, bisa jadi, tapi jika yang dimaksud adalah penggunaannya, kurang tepat. Tapi karena ketidakadaan dukungan, semua akhirnya dipandang sama rata. Linux itu sulit baik teknis maupun pemakaiannya. 

5. Gratis untuk semua ( semua = mendapatkannya, instalasinya, bantuan kalo ada apa-apa, dan semuanya yang berhubungan dengan Linux)
Mindset seperti ini yang kurang tepat. Akibatnya ada dua sisi, dan semuanya kurang mengenakkan. Pertama, masyarakat memandang bahwa segala hal tentang Linux adalah gratis, sehingga jika ada yang jual CD, jual jasa, dll dianggap menyalahi kodrat Linux yang gratis. Hal ini diperparah dengan "iklan" dan "promosi" dari kalangan Linuxers sendiri yang lebih menonjolkan kegratisannya daripada keunggulan fitur-fiturnya. Kedua, semua barang yang gratisan, dianggap murahan, gampangan, tidak serius, tidak professional, mudah rusak, mutu rendah, dll. Ini kendala utama jika kita ingin masuk ke dunia enterprise dan instansi pemerintahan. 

Solusi, Bisnis, dan Trik penerapannya

Dimana ada masalah disitu ada solusi, dan dimana ada kendala, disana ada peluang. Ini hukum alam. So.. daripada menyerah melihat semua masalah diatas, mengapa tidak melihat kesempatan yang ada.

Bagaimana kita bisa mengambil kesempatan diatas dan mengkonversinya menjadi bisnis yang profitable?
Silahkan ikuti artikel selanjutnya ......

4 komentar:
Write comments
  1. Pak Andi Micro :) Malam pak :) Aku mau Belajar :)

    BalasHapus
  2. @Andi Hidayat : Hallo Mas, salam kenal :)

    BalasHapus
  3. maaf mas andi, apakah ada komunitas clearos untuk daerah Purwakarta (jawabarat)

    BalasHapus
  4. @bambang : coba cek disini https://www.facebook.com/groups/cosi.jabar

    BalasHapus

Silahkan beri masukan, kritik, dan sarannya.
Terima kasih